Selamatkan Afrika Dari Bencana Kelaparan

By | April 4, 2017

Beberapa negara di Benua Afrika mengalami bencana kelaparan. PBB melalui UNHCR membangun tenda –tenda pengungsian di wilayah yang tidak terkena bencana. Salah satu bencana kelaparan terbesar adalah di negara dengan 18 Gobolka (daerah) ini mengalami paceklik panjang sejak tahun 2010. Kekeringan terjadi dalam waktu yang lama dan menyebabkan banyak tanaman yang gagal panen. Bahkan, saat ini karena kondisi tanah kurang baik dan semakin kering maka tanaman sudah tidak bisa tumbuh lagi.

Selain kekeringan, ada juga masalah lain yang tidak kalah meresahkannya. Masalah itu adalah terkait dengan Pasukan Al – Shabaab. Pasukan Al – Shabaab adalah pasukan pemberontakan yang ingin menggulingkan pemerintahan. Pemberontakan ini tidak jarang dilakukan dengan penyanderaan dan pemutusan akses pangan, bantuan sosial, dan kesehatan. Hal ini tentu menjadi penyebab tambahan serangkaian tragedi di afrika.

Akibat dari kekeringan, paceklik, dan pemberontakan, banyak penduduk afrika yang menjadi korban. Somalia bagian selatan mengalami kehabisan pangan. Bangkai hewan bertebaran di jalan. Anak  – anak mengalami busung lapar, kekurangan gizi akut dan dehidrasi. Puncaknya, banyak korban berjatuhan dan rata – rata dari mereka adalah anak – anak. Selain karena imunitas kurang dan gizi buruk, kondisi anak – anak yang tidak sama dengan orang dewasa juga memperparah keadaan.

Hampir semua negara di Afrika bagian selatan mengalami bencana kelaparan. Selain Somalia, Zimbabwe, Kenya dan Nigeria mengalami penderitaan yang sama selama bertahun – tahun. Karena negara tetangganya senasib, maka Somalia tidak bisa mengharapkan bantuan dari negara sekitarnya.

Jadi negara lain di seluruh dunia harus lebih membuka hati demi berlangsungnya kehidupan penduduk afrika. Sebagai warga Indonesia yang tanahnya subur dan sistem pemerintahannya tidak diserang pemberontak, sudah sewajarnya kita merapatkan barisan. Menolong warga afrika bisa dilakukan baik dengan do’a, harta, maupun tenaga.

Aksi Cepat Tangggap (ACT) merupakan sebuah wadah yang secara formal mengemban tugas sosial sebagai lembaga penyalur bantuan kemanusiaan. Bantuan yang diberikan tidak hanya atas bencana dalam negeri, tetapi juga luar negeri salah satunya adalah wilayag afrika.

Salah satu bentuk kepedulian ACT adalah dengan menyerahkan cukup banyak bahan pangan, baju layak pakai, dan bahkan daging kurban. Selain daging kurban, ACT juga memberikan susu formula kalengan sebagai langkah untuk mengatasi kekurangan gizi penduduk afrika terutama anak – anak. Banyak bantuan yang bisa Anda lakukan untuk berpartisipasi mengatasi masalah besar ini. Salah satunya dengan ikut berkontribusi program kapal kemanusiaan yang dibuat oleh Aksi Cepat Tanggap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *